SMA NEGERI 3 PANGKALPINANG

TERDEPAN DALAM PRESTASI DAN MAJU DALAM MUTU

Program

PENGELOLAAN SEKOLAH

Sekolah dikelola dengan mendasarkan pada pengelolaan persekolahan SMA sebagaimana yang digariskan dalam Pedoman Penyelenggaraan SMA yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Namun, pada beberapa hal pedoman tersebut dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian yang bersifat pragmatis. Dalam pengelolaan persekolahan, penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam bidang-bidang sebagai berikut :

A. Pengelolaan Kurikulum

1. Teknik dan kiat Pelaksanaan Kurikulum.

Untuk meningkatkan prestasi belajar yang memadai, SMA Negeri 3 Pangkalpinang melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain:

a. Lokakarya persiapan kegiatan Belajar Mengajar,

Setiap awal tahun Pelajaran dan setiap awal semester

PENGELOLAAN SEKOLAH

Sekolah dikelola dengan mendasarkan pada pengelolaan persekolahan SMA sebagaimana yang digariskan dalam Pedoman Penyelenggaraan SMA yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Namun, pada beberapa hal pedoman tersebut dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian yang bersifat pragmatis. Dalam pengelolaan persekolahan, penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam bidang-bidang sebagai berikut :

A. Pengelolaan Kurikulum

1. Teknik dan kiat Pelaksanaan Kurikulum.

Untuk meningkatkan prestasi belajar yang memadai, SMA Negeri 3 Pangkalpinang melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain:

a. Lokakarya persiapan kegiatan Belajar Mengajar,

Setiap awal tahun Pelajaran dan setiap awal semester SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengadakan Lokakarya yang diikuti oleh semua guru dan karyawan serta tenaga kependidikan lainnya dengan tujuan untuk menyususn program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Khusus penyusunan administrasi guru dilakukan melalui musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama.

b. Peningkatan hasil belajar siswa

Upaya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni:

1) Bagi siswa Kelas X dan XI pada tahun pelajaran 2004/2005 digunakan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi ( KBK ).

2) Penerapan strategi Team Teaching.

3) Agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga diterapkan strategi pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam per minggu. Pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.

4) Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per kelas.

Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran , pada mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran/hari dan pada mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran/hari.

5) Pemantapan Mental dan Ketrampilan Teknis ( PMKT)

Bagi siswa Kelas III yang akan menghadapi Ebta/Ebtanas atau UAN dan SPMB/UM UGM diberi pengayaan berupa tambahan pelajaran sebanyak 6 jam seminggu, khusus untuk mata pelajaran yang di-Ebtanas-kan dan di-SPMB-kan. Pelaksanaannya dilakukan setiap pagi pada jam ke-nol ( 06.30 s.d 07.15 ), dimulai pada bulan Agustus sampai dengan menjelang UAN/Ebta/Ebtanas. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya.

6) Pelaksanaan Try Out (Tes Uji Coba)

Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilann PMKT, secara periodic dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba (Try Out) yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi UMPTN. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar.

7) Program Pendalaman Materi dan Pengayaan.

Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas II dan dilaksanakan pada jam ke –nol ( pukul 06.30 s.d 07.15 ). Dalam seminggu dilaksanakan sebanyak 4 ( empat ) kali untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris. Materi dan strateginya dibuat secara khusus di luar GBPP.

8) Praktikum IPA

Untuk membekali dan memberikan latihan ketrampilan khusus bagi siswa Kelas III, selain PBM yang menerapkan metode eksperimen, juga dikembangkan praktikum Laboratorium pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum Laboratorium sebagian besar mengambil materi pendukung perguruan tinggi. Dengan praktikum ini diharapkan para siswa tidak asing lagi sewaktu memasuki dan berada di Perguruan Tinggi jika harus mengadakan praktikum dan membuat pelaporannya.

9) Penerapan Sistem Penilaian ala UMPTN.

Pada setiap latihan soal-soal, baikpada PMKT, pendalaman materi dan pengayaan, maupun ulangan harian untuk mata pelajaran tertentu, siswa dibiasakan dengan menggunakan system penilaian dengan pengurangan nilai jika jawaban salah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan diri berpikir kritis dan berhati-hati serta tidak mengembangkan pola piker spekulatif.

10) Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan.

Untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan, jumlah jam pelajaran Pendidikan Agama ditambah dari 2 jam per minggu menjadi 3 jam per minggu. Disamping itu juga diadakan mentoring setiap hari Jumat sore.

11) Pelaksanaan Program Remedial

12) Layanan Klinis

2. Penyediaan Fasilitas Perpustakaan.

Untuk menambah koleksi buku perpustakaan, secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, laporan-laporan karya ilmiah siswa maupun kumpulan soal. Karena waktu baca sangat terbatas, siswa dibiasakan menggunakan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk membaca di perpustakaan. Pelayanan sirkulasi / pemimjaman buku dilayani pada lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk buku-buku referensi dan layanan buku paket. Di lantai bawah juga disediakan perangkat internet sehingga siswa dapat menggunakan untuk mengakses informasi-informasi terkini dan dipakai untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu.

3. Persiapan menghadapi Science dan Matematika

Pendalaman materi khusus bagi siswa unggul untuk meneghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, Asronomi, dan lomba komputer bekerja sama dengan dosen UGM, UNY dan dosen perguruan tinggi lainnya.

4. Layanan Bimbingan dan Konseling

Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan dalam penempatan, penjurusan, dan problema pribadi peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Negeri 3
Pangkalpinang. Dengan demikian, layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus.

Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan.atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan diatas. Cakupan yang amat luas itu ( yakni kawasan bimbingan, pengajaran, dan latihan ) saling berkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

Meskipun kawasan kegiatan bimbingan , pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namum ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan dan pemisahan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Negeri 3
Pangkalpinang. Kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BP/BK.

a. Pelaksanaan BP/BK di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan BP/BK, SMA Negeri 3 Pangkalpinang memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut.

1) Penyusunan Program

2) Pelaksanaan Program

3) Evaluasi

4) Analisis Hasil Evaluasi

5) Pelaksanaan Tindak Lanjut

Kelima tahapan pelaksanaan BP/BK di SMA Negeri 3 Pangkalpinang sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 ( empat ) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut.

1) Layanan Orientasi .

Layanan orientasi diberikan terutama pada awal tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal :

a) Orientasi mengenai tata tertib sekolah

b) Orientasi mengenai keadaan guru/karyawan

c) Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan , laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi siswa, dan sebagainnya).

d) Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

2) Layanan Informasi

Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak peserta didik duduk di bangku kelas II.

3) Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penualuran ini diberikan kepadampeserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan, sebagian besar petugas BP/BK bertanggung jawab pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.

4) Layanan Pembelajaran

Dalam memberikan layanan bidang pembelajar-an, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, penda-laman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.

B. PENGELOLAAN KESISWAAN KESISWAAN

1. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstra kurikuler di SMA Negeri 3 Pangkalpinang dikelompokkan menjadi 2 (dua ) kelompok, yakni kelompok ekstrakurikuler yang berada di bawah OSIS yang berjumlah 24 kegiatan dan kelompok ekstrakurikuler yang dikelola guru/pembina yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler pendukung mata pelajaran dan ptrestasi siswa dengan perincian sebagai berikut.

a. KIR : TSC

b. Kerohanian Islam : Al Uswah

c. Jurnalistik : Sigma

d. Kerohanian Kristen : Rohkris

e. Kerohanian Katholik : Rohkat

f. Teater : Nila Pangkaja

g. Pramuka

h. Bahasa Asing/Bahasa Inggris : ANT

i. Koperasi

j. Komputer

k. PKS

l. Pencaksilat

m. Basket

n. Vokal Group

o. Voli

p. PMR

q. Taekwon do

r. Filateli

s. Band / Musik

t. Pecinta Alam

u. Paduan Suara

v. Pingpong

w. Sepakbola

x. Badminton

Di samping itu, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuannya melalui program tambahan lainnya berupa:

a. Seni Batik

b. Seni Kerawitan

c. Desain Grafis

d. Seni Musik

e. Seni Suara

f. Olahraga rekreasi

2. Penanaman Citra Keteladanan

Masa Orientasi Siswa (MOS ) diperkaya dengan Gladi Vidya Teladan (GVT ). Gladi Vidya Teladan (GVT ) merupakan program sekolah yang bertujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk di SMA Negeri3 Pangkalpinangmelalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur. Di samping itu, citra keteladanan dan kepemimpinan dikembangkan melalui organisasi intra sekolah yang disebut Bhinneka Teladan Bhakti. Pengembangan kepemimpinan tersebut dilaksanakan melalui kaderisasi Pengurus Harian dan Perwakilan Kelas OSIS, serta diklat kepemimpinan.

3. Perkemahan Teladan Bhakti dan Desa Binaan

Siswa kelas X dan kelas XI diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bhakti yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada desa berkatagori IDT dan selanjutnya mereka berkewajiban membina desa tersebut selama 5 (lima) tahun. Dengan demikian, kecerdasan sosial peserta didik dilatih dan dikembangkan secara optimal. Sampai saat ini sudah banyak desa binaan SMA Negeri 3 Pangkalpinang dan masih mempunyai 5 desa binaan yang tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa

Kecerdasan rohani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Negeri 3 Pangkalpinang Secara konkret, pengembangan kecerdasan rohani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Kerohanian Islam melalui:

a. PHBI, seperti Isro’ Mi’roj, Tahun Baru Hijriyah, Maulud Nabi, dsb.

b. Gelar Romadhon di Teladan,

c. Gelar Idul Kurban,

d. Forum kajian Islam

e. Pesantren Romadlon

f. Salam Awal Al Uswah

g. Mentoring

2. Kerohanian Katholik dan Kristen, melalui :

a. Natalan

b. Valentine day,

c. Paskah,

3. Kerohanian Hindu

5. Pelaksanaan 6 K

6K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6K melalui rasia berpakaian, penataan rambut, perangkat sekolah yang dibawa, kelengkapan kendara-an siswa (motor), dan sebagainya.

6. Senioritas

Model pemanggil dengan sebutan/ panggilan mbak/ mas dan dik dibudayakan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang di samping sebagai ungkapan keakraban juga sebagai media penyadaran dan penempatan senioritas peserta didik. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan pengembangan kultur sekolah ketimuran.

7. Hubungan Siswa dengan Guru

Hubungan siswa-guru diupayakan tertanam secara harmonis, akrab, penuh penghormatan. Pengembangan hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pengembangan kultur sekolah yang harmonis dan saling menghormati.

8. Upacara Bendera

Upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap Senin jam pertama. Sedangkan pada peringatan hari besar nasional, upacara dilaksanakan secara insidental.

9. Pemberian bekal Kemampuan Berbahasa Inggris

Wicara bahasa Inggris untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa internasional untuk menghadapi era globalisasi.

10. Pembekalan Ketrampilan komputer

Semua siswa dibekali ketrampilan komputer melalui pelatihan komputer yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah. Di samping itu, direncanakan dilaksanakan program pelatihan komputer untuk melaksanakan program life-skill dengan pendekatan Broad Base Education.

11. Pengembangan Pola pikir Analitik

Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, siswa Kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I.

C. PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Pengelolaan bidang hubungan dengan masyarakat diarahkan pada upaya membina dan menjalin hubungan serta kerja sama antarsekolah, dengan pemerintah dan instansi terkait, dengan alumni, dengan masyarakat, serta dengan Komite Sekolah.

1. Kerja sama dengan Komite Sekolah dan Instansi terkait

Komite Sekolah merupakan lembaga independen yang bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan dengan memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Fungsi Komite Sekolah bertugas sebagai mitra utama sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan. Dalam pertemuan koordinasi pihak sekolah dan Komite Sekolah, dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta konsekuensi-konsekuensinya, termasuk dalam pencarian dana bagi penyelenggaraan pendidikan.

2. Hubungan Dengan Perguruan Tinggi

Kerja sama dengan perguruan tinggi, terutama Universitas Gadjah Mada, dilakukan dalam membina peserta didik yang mengikuti Olimpiade Matematika, Fisika, maupun Kimia. Di samping itu, SMA Negeri 3 Pangkalpinang setiap tahun mengumpulkan orangtua/walisiswa kelas III untuk memberikan gambaran tentang proses lanjutan studi ke perguruan tinggi, sehingga terdapat keselarasan pandang antara peserta didik dan orangtuanya dalam memilih jurusan dan fakultas di perguruan tinggi.

3. Hubungan kerja sama dengan lingkungan masyarakat

Hubungan kerja sama ini dimaksudkan untuk:

a. Menjaga keamanan SMA Negeri 3 Pangkalpinang dan lingkungannya. Sebagai tenaga keamanan sekolah diambil dari lingkungan masyarakat setempat.

b. Menata dan menjaga taman sekolah

4. Hubungan kerja sama dengan alumni SMA Negeri 3 Pangkalpinang

a. Alumni telah membentuk wadah mantan-mantan peserta didik SMA Negeri 3 Pangkalpinang dengan nama Keluarga Alumni Teladan, cukup berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada adik-adiknya yang masih aktif bersekolah di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Bantuan materiil terwujud dalam bentuk perangkat komputer, mesin scanner,TV, OHP, pintu gerbang SMA Negeri 3 Pangkalpinang, pagar sekolah, dan sebagainya. Disamping itu, mereka juga mengarahkan adik-adiknya di dalam memilih jurusan di perguruan tinggi negeri melalui kegiatan ‘Open House’ jurusan.

b. Alumni membentuk yayasan yang diberi nama ‘Yayasan Bhakti Teladan’ yang diharapkan dapat banyak membantu SMA Negeri 3 Pangkalpinangdalam penyelenggaraan pendidikan.

c. Alumni berperan aktif dibidang kesehatan dengan membuka klinik kesehatan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

d. Alumni memberikan beasiswa kepada adik-adiknya yang berprestasi dan kurang mampu.

e. Alumni merintis dan menorong berdirinya kelas bertaraf internasional dan menyumbangkan tenaganya dalam proses pembelajaran di kelas tersebut.

5. Hubungan kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar

Beberapa lembaga bimbingan belajar ternama di Kota Pangkalpinang diajak bekerja sama dalam upaya peningkatan prestasi peserta didik. Kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangka penjajagan/tryout SPMB/ UM PTN dan Ebtanas/ UAN.

D. PENGELOLAAN SARANA PRASARANA

Pengelolaan bidang sarana/ prasarana sekolah diprioritaskan pada upaya sebagai berikut.

1. Mengelola dan mendayagunakan sumber daya sarana/ prasarana yang ada,dan

2. Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang ada dengan mempertimbangkan mobilitas kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

Kompleks SMU Negeri3 Pangkalpinang dibangun di atas tanah seluas 11.315m2 namun yang dapat duipergunakan secara efektif kurang dari 1 ha. Gedung utama berlantai tiga dan seluruh bangunannya seluas 6.761,25 m2 Lahan yang tidak digunakan untuk bangunan, digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti fasilitas olahraga, upacara bendera, kegiatan kesiswaan, dan saran penunjang lainnya. Beberapa ruangan yang ada di SMU negeri 1
Yogyakarta dapat dibedakan menjadi dua kelompok ruangan yaitu ruang belajar dan ruang administrasi/ ruang penunjang.

PROGRAM AKSELERASI

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka memberikan layanan kepada peserta didik yang memiliki keunggulan/kecerdasan luar biasa, perlu diselenggarakan program percepatan waktu tempuh belajar di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Dengan demikian peserta didik yang memenuhi syarat tertentu dapat menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 3 Pangkalpinang selama 2 (dua) tahun saja. Layanan ini diberikan sebagai bentuk layanan yang proporsional terhadap peserta didik sesuai potensi dan bakat yang dimiliki. Penyelenggaraan akselerasi pendidikan ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2001/2002 dan mulai tahun pelajaran 2002/2003 akan dilaksanakan pada 1000 sekolah se Indonesia mulai tingkat SD sampai dengan SMA.

B. DASAR HUKUM PROGRAM AKSELERASI

1. GBHN 1998 yang menyatakan bahwa sasaran bidang pembangunan ke-7 adalah memberikan perhatian dan pelayanan khusu bagi peserta didik yang mempunyai kemampuan dan kecerdasan luar biasa agar dapat dipacu perkembangan prestasi dan bakatnya tanpa mengabaikan potensi peserta didik lainnya.

2. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989 jo UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

a. Bab III pasal 8 ayat 2 menyatakan bahwa “ Warga Negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus”;

b. Bab VI menyatakan : “ Setiap peserta didik pada satuan pendidikan mempunyai hak-hak antara lain sebagai berikut :

1) (Ayat 1: mendapat perhatian sesuai dengan bakat,minat, dan kemampuannya;

2) Ayat 2 : mengikuti program pendidikan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan dirinya maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan.

3) Ayat 3 : menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan

c. Ijin Penyelenggaraan Progran Akselerasi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui SK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 511/C/Kep/MN/2002.

C. SYARAT MENGIKUTI PROGRAM AKSELERASI

1. Mempunyai minat untuk mengikuti ptrogram akselerasi pendidikan dengan persetujuann dan dukungan orangtua pesertra didik.

2. Lolos dalam seleksi akademik administrative, yakni: memiliki nilai PPDB/NUAN minimal sebagai prasyarat akselerasi di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

3. Lolos seleksi Psikotes

4. Lolos tes akademis

5. Mengikuti wawancara

6. Sehat jasmani dan rohani

D. PENYELENGGARAAN

1. Peserta didik akselerasi pendidikan dikelompokkan dalam satu krelas akselerasi.

2. Peserta didik dididik dan dikembangkan dengan menggunakan kurikulum Nasional dan muatan local beserta suplemennya yang dimodifikasi khusus untuk percepatan waktu belajar.

3. Selama pembinaan peserta didik dipantau secara intensif.

4. Penjenjangan tetap menggunakan system peringkat kelas dan semester dengan durasi waktu diperpendek.

5. Penyelenggaraan pendidikan secara penuh berlangsung secara 2 tahun.

6. Pembinaan dan pengembangan kecerdasan emosi,kecerdasan sosial dan kecerdasan rohani dilaksanakan dalam bentuk pembinaan komprehensif komulatif dalam berbagai kegiatan persekolahan.

7. Setelah mengikuti pendidikan dalam waktu 2 ( dua ) tahun, peserta didik berhak mengikuti UAN/Ebta/Ebtanas.

E. PRESTASI SISWA AKSELERASI

1. Akseleran pendidikan angkatan pertama sebanyak 26 siswa ( 100 % ) dapat menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 2 tahun dengan prestasi nilai yang gemilang.

2. Ke 26 siswa lulusan akselerasi pendidikan 100 % diterima di perguruan tinggi negeri di Tanah Air.

3. 3 siswa dinyatakan diterima di NTU (Singapura) dan 3 siswa diterima di Netherlands.

4. 1 siswa melanjutkan pelajaran ke NTU (Singapura) dengan beasiswa penuh untuk kuliah dan beaya hidup selama kuliah.

5. 3 siswi akseleran menjadi atelet basket andalan SMA Negeri 1 Yogyakarta yang kemudian mengantarkan SMA Negeri 3 Pangkalpinang di Event basket putri SMA kota Pangkalpinang.

6. 1 siswa akseleran angkatan ke-2 berkesempatan pergi ke Italia dan Swedia atas prestasinya di bidang perfilman, sebagai juara penulisan naskah Film Indie Nasional.

7. Pada angkatan kedua lulusan akselerasi berjumlah 29 siswa, 28 siswa diterima di Universitas Negeri di Indonesia dan satu siswa diterima di Nanyang Technological University (NTU), serta satu siswa memilih kuliah pada Kedokteran Umum UII.

8. Pada angkatan ketiga lulusan akselerasi 29 siswa, dan 100 % diterima di PTN.


KELAS BERTARAF INTERNATIONAL

A. TUJUAN
Membekali lulusan untuk menjadi manusia yang berkualitas dengan karakteristik berwawasan global, menguasai teknologi, mampu berkomunikasi pada aras global, berpikir kritis dan kreatif, mampu belajar mandiri dan mengembangkan potensi diri, beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, serta berkepribadian kebangsaan.

B. BAHASA PENGANTAR

Bahasa pengantar semaksimal mungkin menggunakan Bahasa Inggris. Namun, juga tidak sepenuhnya meninggalkan Bahasa Indonesia (bilingual).

C. KURIKULUM

Melaksanakan Kurikulum Internasional yang diintegrasikan dengan kurikulum Internasional dari Cambridge Internasional Examination (CIE), khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Science (Fisika, Kimia, Biologi) Selain itu juga ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Jawa.

D. PRINSIP PEMBELAJARAN

Pembelajaran dilakukan dengan menumbuhkan semangat longlife education serta mengembangkan multi kecerdasan melalui kegiatan yang menyenangkan (edutainment) dan bervariasi serta metode problem solving sehingga mampu mengomunikasikan gagasannya dalam berbagai situasi.

E. KONSULTAN

Untuk penyelangaraan kelas bertaraf internasional SMA Negeri 3 Pangkalpinang didampingi konsultan yang berasal dari alumni dan dari Komite Sekolah yaitu :

1. Ir. Ira Promasanti M.Eng.

2. Rachmat Wahab, MPd. MA

3. Drs. Helly P. Soetjipto, MA.

4. Drs. Bintang Pamungkas

F. TENAGA PENGAJAR
1. Drs. Mudasir, M.Eng, Ph.D. (Kimia)
2. Dr. Tutik Dwi Wahyuningsih, MSi. (KImia)
3. Lilies Susanti,
ST. (Matematika)

4. Dr. Tri Agung ( Fisika)

5. Nanung Danardono, S.Pt (Biologi)

6. dr. Ita Fauzia

7. Aang Kunaipi, S.Ag. MA (Agama Islam)

G. JUMLAH SISWA

Angkatan pertama 30 siswa, dan angkatan kedua 30 siswa

H. FASILITAS

Kelas yang representatif, perpustakaan, multimedia, laboratorium IPA, laboratorium Bahasa, komputer, imternet, sarana ibadah, olah raga dan seni, serta sarana pengemangan kreatifitas.

I. UJIAN AKHIR

Menempuh ujian nasional dan dapat mengikuti ujian dari Camridge Internasional Examination (CIE) untuk mendapatkan Sertifikat Internasional

J. LULUSAN

Diharapkan dapat diterima di perguruan inggi negeri favorit baik di Indonesia maupun luar negeri

mengadakan Lokakarya yang diikuti oleh semua guru dan karyawan serta tenaga kependidikan lainnya dengan tujuan untuk menyususn program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Khusus penyusunan administrasi guru dilakukan melalui musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama.

b. Peningkatan hasil belajar siswa

Upaya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni:

1) Bagi siswa Kelas X dan XI pada tahun pelajaran 2004/2005 digunakan Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi ( KBK ).

2) Penerapan strategi Team Teaching.

3) Agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga diterapkan strategi pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam per minggu. Pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.

4) Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per kelas.

Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran , pada mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran/hari dan pada mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran/hari.

5) Pemantapan Mental dan Ketrampilan Teknis ( PMKT)

Bagi siswa Kelas III yang akan menghadapi Ebta/Ebtanas atau UAN dan SPMB/UM UGM diberi pengayaan berupa tambahan pelajaran sebanyak 6 jam seminggu, khusus untuk mata pelajaran yang di-Ebtanas-kan dan di-SPMB-kan. Pelaksanaannya dilakukan setiap pagi pada jam ke-nol ( 06.30 s.d 07.15 ), dimulai pada bulan Agustus sampai dengan menjelang UAN/Ebta/Ebtanas. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya.

6) Pelaksanaan Try Out (Tes Uji Coba)

Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilann PMKT, secara periodic dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba (Try Out) yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi UMPTN. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar.

7) Program Pendalaman Materi dan Pengayaan.

Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas II dan dilaksanakan pada jam ke –nol ( pukul 06.30 s.d 07.15 ). Dalam seminggu dilaksanakan sebanyak 4 ( empat ) kali untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris. Materi dan strateginya dibuat secara khusus di luar GBPP.

8) Praktikum IPA

Untuk membekali dan memberikan latihan ketrampilan khusus bagi siswa Kelas III, selain PBM yang menerapkan metode eksperimen, juga dikembangkan praktikum Laboratorium pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum Laboratorium sebagian besar mengambil materi pendukung perguruan tinggi. Dengan praktikum ini diharapkan para siswa tidak asing lagi sewaktu memasuki dan berada di Perguruan Tinggi jika harus mengadakan praktikum dan membuat pelaporannya.

9) Penerapan Sistem Penilaian ala UMPTN.

Pada setiap latihan soal-soal, baikpada PMKT, pendalaman materi dan pengayaan, maupun ulangan harian untuk mata pelajaran tertentu, siswa dibiasakan dengan menggunakan system penilaian dengan pengurangan nilai jika jawaban salah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan diri berpikir kritis dan berhati-hati serta tidak mengembangkan pola piker spekulatif.

10) Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan.

Untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan, jumlah jam pelajaran Pendidikan Agama ditambah dari 2 jam per minggu menjadi 3 jam per minggu. Disamping itu juga diadakan mentoring setiap hari Jumat sore.

11) Pelaksanaan Program Remedial

12) Layanan Klinis

2. Penyediaan Fasilitas Perpustakaan.

Untuk menambah koleksi buku perpustakaan, secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, laporan-laporan karya ilmiah siswa maupun kumpulan soal. Karena waktu baca sangat terbatas, siswa dibiasakan menggunakan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk membaca di perpustakaan. Pelayanan sirkulasi / pemimjaman buku dilayani pada lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk buku-buku referensi dan layanan buku paket. Di lantai bawah juga disediakan perangkat internet sehingga siswa dapat menggunakan untuk mengakses informasi-informasi terkini dan dipakai untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu.

3. Persiapan menghadapi Science dan Matematika

Pendalaman materi khusus bagi siswa unggul untuk meneghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, Asronomi, dan lomba komputer bekerja sama dengan dosen UGM, UNY dan dosen perguruan tinggi lainnya.

4. Layanan Bimbingan dan Konseling

Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan dalam penempatan, penjurusan, dan problema pribadi peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Dengan demikian, layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus.

Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan.atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan diatas. Cakupan yang amat luas itu ( yakni kawasan bimbingan, pengajaran, dan latihan ) saling berkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

Meskipun kawasan kegiatan bimbingan , pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namum ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan dan pemisahan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BP/BK.

a. Pelaksanaan BP/BK di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan BP/BK, SMA Negeri 3 Pangkalpinang memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut.

1) Penyusunan Program

2) Pelaksanaan Program

3) Evaluasi

4) Analisis Hasil Evaluasi

5) Pelaksanaan Tindak Lanjut

Kelima tahapan pelaksanaan BP/BK di SMA Negeri 3 Pangkalpinang sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 ( empat ) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut.

1) Layanan Orientasi .

Layanan orientasi diberikan terutama pada awal tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal :

a) Orientasi mengenai tata tertib sekolah

b) Orientasi mengenai keadaan guru/karyawan

c) Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan , laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi siswa, dan sebagainnya).

d) Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

2) Layanan Informasi

Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Negeri 3 Pangkalpinang, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak peserta didik duduk di bangku kelas II.

3) Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penualuran ini diberikan kepadampeserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan, sebagian besar petugas BP/BK bertanggung jawab pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.

4) Layanan Pembelajaran

Dalam memberikan layanan bidang pembelajar-an, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, penda-laman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.

B. PENGELOLAAN KESISWAAN KESISWAAN

1. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstra kurikuler di SMA Negeri 3 Pangkalpinang dikelompokkan menjadi 2 (dua ) kelompok, yakni kelompok ekstrakurikuler yang berada di bawah OSIS yang berjumlah 24 kegiatan dan kelompok ekstrakurikuler yang dikelola guru/pembina yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler pendukung mata pelajaran dan ptrestasi siswa dengan perincian sebagai berikut.

a. KIR : TSC

b. Kerohanian Islam : Al Uswah

c. Jurnalistik : Sigma

d. Kerohanian Kristen : Rohkris

e. Kerohanian Katholik : Rohkat

f. Teater : Nila Pangkaja

g. Pramuka

h. Bahasa Asing/Bahasa Inggris : ANT

i. Koperasi

j. Komputer

k. PKS

l. Pencaksilat

m. Basket

n. Vokal Group

o. Voli

p. PMR

q. Taekwon do

r. Filateli

s. Band / Musik

t. Pecinta Alam

u. Paduan Suara

v. Pingpong

w. Sepakbola

x. Badminton

Di samping itu, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuannya melalui program tambahan lainnya berupa:

a. Seni Batik

b. Seni Kerawitan

c. Desain Grafis

d. Seni Musik

e. Seni Suara

f. Olahraga rekreasi

2. Penanaman Citra Keteladanan

Masa Orientasi Siswa (MOS ) diperkaya dengan Gladi Vidya Teladan (GVT ). Gladi Vidya Teladan (GVT ) merupakan program sekolah yang bertujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk di SMA Negeri 3 Pangkalpinang melalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur. Di samping itu, citra keteladanan dan kepemimpinan dikembangkan melalui organisasi intra sekolah yang disebut Bhinneka Teladan Bhakti. Pengembangan kepemimpinan tersebut dilaksanakan melalui kaderisasi Pengurus Harian dan Perwakilan Kelas OSIS, serta diklat kepemimpinan.

3. Perkemahan Teladan Bhakti dan Desa Binaan

Siswa kelas X dan kelas XI diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bhakti yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada desa berkatagori IDT dan selanjutnya mereka berkewajiban membina desa tersebut selama 5 (lima) tahun. Dengan demikian, kecerdasan sosial peserta didik dilatih dan dikembangkan secara optimal. Sampai saat ini sudah banyak desa binaan SMA Negeri 3 Pangkalpinang, dan masih mempunyai 5 desa binaan yang tersebar di seluruh Bangka Belitung

4. Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa

Kecerdasan rohani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Secara konkret, pengembangan kecerdasan rohani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Kerohanian Islam melalui:

a. PHBI, seperti Isro’ Mi’roj, Tahun Baru Hijriyah, Maulud Nabi, dsb.

b. Gelar Romadhon di Teladan,

c. Gelar Idul Kurban,

d. Forum kajian Islam

e. Pesantren Romadlon

f. Salam Awal Al Uswah

g. Mentoring

2. Kerohanian Katholik dan Kristen, melalui :

a. Natalan

b. Valentine day,

c. Paskah,

3. Kerohanian Hindu

5. Pelaksanaan 6 K

6K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6K melalui rasia berpakaian, penataan rambut, perangkat sekolah yang dibawa, kelengkapan kendara-an siswa (motor), dan sebagainya.

6. Senioritas

Model pemanggil dengan sebutan/ panggilan mbak/ mas dan dik dibudayakan di SMU Negeri 1 Yogyakarta, di samping sebagai ungkapan keakraban juga sebagai media penyadaran dan penempatan senioritas peserta didik. Hal ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan pengembangan kultur sekolah ketimuran.

7. Hubungan Siswa dengan Guru

Hubungan siswa-guru diupayakan tertanam secara harmonis, akrab, penuh penghormatan. Pengembangan hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pengembangan kultur sekolah yang harmonis dan saling menghormati.

8. Upacara Bendera

Upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap Senin jam pertama. Sedangkan pada peringatan hari besar nasional, upacara dilaksanakan secara insidental.

9. Pemberian bekal Kemampuan Berbahasa Inggris

Wicara bahasa Inggris untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa internasional untuk menghadapi era globalisasi.

10. Pembekalan Ketrampilan komputer

Semua siswa dibekali ketrampilan komputer melalui pelatihan komputer yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah. Di samping itu, direncanakan dilaksanakan program pelatihan komputer untuk melaksanakan program life-skill dengan pendekatan Broad Base Education.

11. Pengembangan Pola pikir Analitik

Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, siswa Kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I.

C. PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Pengelolaan bidang hubungan dengan masyarakat diarahkan pada upaya membina dan menjalin hubungan serta kerja sama antarsekolah, dengan pemerintah dan instansi terkait, dengan alumni, dengan masyarakat, serta dengan Komite Sekolah.

1. Kerja sama dengan Komite Sekolah dan Instansi terkait

Komite Sekolah merupakan lembaga independen yang bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan dengan memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Fungsi Komite Sekolah bertugas sebagai mitra utama sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan. Dalam pertemuan koordinasi pihak sekolah dan Komite Sekolah, dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta konsekuensi-konsekuensinya, termasuk dalam pencarian dana bagi penyelenggaraan pendidikan.

2. Hubungan Dengan Perguruan Tinggi

Kerja sama dengan perguruan tinggi, terutama Universitas Gadjah Mada, dilakukan dalam membina peserta didik yang mengikuti Olimpiade Matematika, Fisika, maupun Kimia. Di samping itu, SMA Negeri 3 Pangkalpinang setiap tahun mengumpulkan orangtua/walisiswa kelas III untuk memberikan gambaran tentang proses lanjutan studi ke perguruan tinggi, sehingga terdapat keselarasan pandang antara peserta didik dan orangtuanya dalam memilih jurusan dan fakultas di perguruan tinggi.

3. Hubungan kerja sama dengan lingkungan masyarakat

Hubungan kerja sama ini dimaksudkan untuk:

a. Menjaga keamanan SMA Negeri 3 Pangkalpinang dan lingkungannya. Sebagai tenaga keamanan sekolah diambil dari lingkungan masyarakat setempat.

b. Menata dan menjaga taman sekolah

4. Hubungan kerja sama dengan alumni SMA Negeri 3 Pangkalpinang

a. Alumni telah membentuk wadah mantan-mantan peserta didik SMA Negeri 3 Pangkalpinang dengan nama Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta ( KATY ). KATY cukup berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada adik-adiknya yang masih aktif bersekolah di SMA Negeri 3 Pangkalpinang. Bantuan materiil terwujud dalam bentuk perangkat komputer, mesin scanner,TV, OHP, pintu gerbang SMA Negeri 3 Pangkalpinang, pagar sekolah, dan sebagainya. Disamping itu, mereka juga mengarahkan adik-adiknya di dalam memilih jurusan di perguruan tinggi negeri melalui kegiatan ‘Open House’ jurusan.

b. Alumni membentuk yayasan yang diberi nama ‘Yayasan Bhakti Teladan’ yang diharapkan dapat banyak membantu SMU Negeri 3 Pangkalpinang dalam penyelenggaraan pendidikan.

c. Alumni berperan aktif dibidang kesehatan dengan membuka klinik kesehatan di SMA Negeri 3 Pangkalpinang

d. Alumni memberikan beasiswa kepada adik-adiknya yang berprestasi dan kurang mampu.

e. Alumni merintis dan menorong berdirinya kelas bertaraf internasional dan menyumbangkan tenaganya dalam proses pembelajaran di kelas tersebut.

5. Hubungan kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar

Beberapa lembaga bimbingan belajar ternama di Kota Yogyakarta diajak bekerja sama dalam upaya peningkatan prestasi peserta didik. Kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangka penjajagan/tryout SPMB/ UM PTN dan Ebtanas/ UAN.

D. PENGELOLAAN SARANA PRASARANA

Pengelolaan bidang sarana/ prasarana sekolah diprioritaskan pada upaya sebagai berikut.

1. Mengelola dan mendayagunakan sumber daya sarana/ prasarana yang ada,dan

2. Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang ada dengan mempertimbangkan mobilitas kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

Kompleks SMA Negeri 3 Pangkalpinang dibangun di atas tanah seluas 11.315m2 namun yang dapat duipergunakan secara efektif kurang dari 1 ha. Gedung utama berlantai tiga dan seluruh bangunannya seluas 6.761,25 m2 Lahan yang tidak digunakan untuk bangunan, digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti fasilitas olahraga, upacara bendera, kegiatan kesiswaan, dan saran penunjang lainnya. Beberapa ruangan yang ada di SMU negeri 1
Yogyakarta dapat dibedakan menjadi dua kelompok ruangan yaitu ruang belajar dan ruang administrasi/ ruang penunjang.

PROGRAM AKSELERASI

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka memberikan layanan kepada peserta didik yang memiliki keunggulan/kecerdasan luar biasa, perlu diselenggarakan program percepatan waktu tempuh belajar di SMA Negeri 3
Pangkalpinang. Dengan demikian peserta didik yang memenuhi syarat tertentu dapat menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 3 Pangkalpinang selama 2 (dua) tahun saja. Layanan ini diberikan sebagai bentuk layanan yang proporsional terhadap peserta didik sesuai potensi dan bakat yang dimiliki. Penyelenggaraan akselerasi pendidikan ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2001/2002 dan mulai tahun pelajaran 2002/2003 akan dilaksanakan pada 1000 sekolah se Indonesia mulai tingkat SD sampai dengan SMA.

B. DASAR HUKUM PROGRAM AKSELERASI

1. GBHN 1998 yang menyatakan bahwa sasaran bidang pembangunan ke-7 adalah memberikan perhatian dan pelayanan khusu bagi peserta didik yang mempunyai kemampuan dan kecerdasan luar biasa agar dapat dipacu perkembangan prestasi dan bakatnya tanpa mengabaikan potensi peserta didik lainnya.

2. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989 jo UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

a. Bab III pasal 8 ayat 2 menyatakan bahwa “ Warga Negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus”;

b. Bab VI menyatakan : “ Setiap peserta didik pada satuan pendidikan mempunyai hak-hak antara lain sebagai berikut :

1) (Ayat 1: mendapat perhatian sesuai dengan bakat,minat, dan kemampuannya;

2) Ayat 2 : mengikuti program pendidikan atas dasar pendidikan berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan dirinya maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan.

3) Ayat 3 : menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan

c. Ijin Penyelenggaraan Progran Akselerasi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui SK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 511/C/Kep/MN/2002.

C. SYARAT MENGIKUTI PROGRAM AKSELERASI

1. Mempunyai minat untuk mengikuti ptrogram akselerasi pendidikan dengan persetujuann dan dukungan orangtua pesertra didik.

2. Lolos dalam seleksi akademik administrative, yakni: memiliki nilai PPDB/NUAN minimal sebagai prasyarat akselerasi di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.

3. Lolos seleksi Psikotes

4. Lolos tes akademis

5. Mengikuti wawancara

6. Sehat jasmani dan rohani

D. PENYELENGGARAAN

1. Peserta didik akselerasi pendidikan dikelompokkan dalam satu krelas akselerasi.

2. Peserta didik dididik dan dikembangkan dengan menggunakan kurikulum Nasional dan muatan local beserta suplemennya yang dimodifikasi khusus untuk percepatan waktu belajar.

3. Selama pembinaan peserta didik dipantau secara intensif.

4. Penjenjangan tetap menggunakan system peringkat kelas dan semester dengan durasi waktu diperpendek.

5. Penyelenggaraan pendidikan secara penuh berlangsung secara 2 tahun.

6. Pembinaan dan pengembangan kecerdasan emosi,kecerdasan sosial dan kecerdasan rohani dilaksanakan dalam bentuk pembinaan komprehensif komulatif dalam berbagai kegiatan persekolahan.

7. Setelah mengikuti pendidikan dalam waktu 2 ( dua ) tahun, peserta didik berhak mengikuti UAN/Ebta/Ebtanas.

E. PRESTASI SISWA AKSELERASI

1. Akseleran pendidikan angkatan pertama sebanyak 26 siswa ( 100 % ) dapat menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 2 tahun dengan prestasi nilai yang gemilang.

2. Ke 26 siswa lulusan akselerasi pendidikan 100 % diterima di perguruan tinggi negeri di Tanah Air.

3. 3 siswa dinyatakan diterima di NTU (Singapura) dan 3 siswa diterima di Netherlands.

4. 1 siswa melanjutkan pelajaran ke NTU (Singapura) dengan beasiswa penuh untuk kuliah dan beaya hidup selama kuliah.

5. 3 siswi akseleran menjadi atelet basket andalan SMA Negeri 3 Pangkalpinang yang kemudian mengantarkan SMA Negeri 3 Pangkalpinang berjaya di Event basket putri SMA kota Pangkalpinang.

6. 1 siswa akseleran angkatan ke-2 berkesempatan pergi ke Italia dan Swedia atas prestasinya di bidang perfilman, sebagai juara penulisan naskah Film Indie Nasional.

7. Pada angkatan kedua lulusan akselerasi berjumlah 29 siswa, 28 siswa diterima di Universitas Negeri di Indonesia dan satu siswa diterima di Nanyang Technological University (NTU), serta satu siswa memilih kuliah pada Kedokteran Umum UII.

8. Pada angkatan ketiga lulusan akselerasi 29 siswa, dan 100 % diterima di PTN.


KELAS BERTARAF INTERNATIONAL

A. TUJUAN
Membekali lulusan untuk menjadi manusia yang berkualitas dengan karakteristik berwawasan global, menguasai teknologi, mampu berkomunikasi pada aras global, berpikir kritis dan kreatif, mampu belajar mandiri dan mengembangkan potensi diri, beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, serta berkepribadian kebangsaan.

B. BAHASA PENGANTAR

Bahasa pengantar semaksimal mungkin menggunakan Bahasa Inggris. Namun, juga tidak sepenuhnya meninggalkan Bahasa Indonesia (bilingual).

C. KURIKULUM

Melaksanakan Kurikulum Internasional yang diintegrasikan dengan kurikulum Internasional dari Cambridge Internasional Examination (CIE), khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Science (Fisika, Kimia, Biologi) Selain itu juga ditambah dengan mata pelajaran Bahasa Jawa.

D. PRINSIP PEMBELAJARAN

Pembelajaran dilakukan dengan menumbuhkan semangat longlife education serta mengembangkan multi kecerdasan melalui kegiatan yang menyenangkan (edutainment) dan bervariasi serta metode problem solving sehingga mampu mengomunikasikan gagasannya dalam berbagai situasi.

E. KONSULTAN

Untuk penyelangaraan kelas bertaraf internasional SMA Negeri 3 Pangkalpinang didampingi konsultan yang berasal dari alumni dan dari Komite Sekolah yaitu :

1. Ir. Ira Promasanti M.Eng.

2. Rachmat Wahab, MPd. MA

3. Drs. Helly P. Soetjipto, MA.

4. Drs. Bintang Pamungkas

F. TENAGA PENGAJAR
1. Drs. Mudasir, M.Eng, Ph.D. (Kimia)
2. Dr. Tutik Dwi Wahyuningsih, MSi. (KImia)
3. Lilies Susanti,
ST. (Matematika)

4. Dr. Tri Agung ( Fisika)

5. Nanung Danardono, S.Pt (Biologi)

6. dr. Ita Fauzia

7. Aang Kunaipi, S.Ag. MA (Agama Islam)

G. JUMLAH SISWA

Angkatan pertama 30 siswa, dan angkatan kedua 30 siswa

H. FASILITAS

Kelas yang representatif, perpustakaan, multimedia, laboratorium IPA, laboratorium Bahasa, komputer, imternet, sarana ibadah, olah raga dan seni, serta sarana pengemangan kreatifitas.

I. UJIAN AKHIR

Menempuh ujian nasional dan dapat mengikuti ujian dari Camridge Internasional Examination (CIE) untuk mendapatkan Sertifikat Internasional

J. LULUSAN

Diharapkan dapat diterima di perguruan inggi negeri favorit baik di Indonesia maupun luar negeri

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: